HOME / UMUM / Tumbuhan Paku – klasifikasi, jenis, contoh, manfaat

Tumbuhan Paku – klasifikasi, jenis, contoh, manfaat


#TahunBaru2017

Tumbuhan Paku – Pteridophyta adalah tumbuhan paku yang menghasilkan spora dan umumnya mempunyai susunan daun yang membentuk bangun sayap serta pada bagian pucuk tumbuhan itu terdapat bulu-bulu. Tumbuhan paku memperlihatkan pergiliran keturunan yang sangat jelas, dimana fase gametofitnya berumur pendek dengan ukuran yang kecil dan masih berbentuk thallus yang disebut protalium. Adapun fase sporofitnya terlihat jelas dan dominan. Fase ini adalah bentuk tumbuhan yang biasa kita lihat, yaitu tumbuhan paku.

Tumbuhan paku termasuk tumbuhan kormus berspora, artinya dapat dibedakan antara akar, batang dan daun. Tumbuhan ini disebut Pteridophyta yang berasal dari bahasa Yunani. Pteridophyta diambil dari kata pteron yang berarti sayap, bulu dan phyta yang berarti tumbuhan. Di Indonesia tumbuhan ini lebih dikenal sebagai tumbuhan paku.

Sesuai dengan artinya pteridophyta mempunyai susunan daun yang umumnya membentuk bangun sayap (menyirip) dan pada bagian pucuk terdapat bulu-bulu. Daun mudanya membentuk gulungan atau melingkar.
klasifikasi tumbuhan paku, jenis jenis tumbuhan paku, contoh tumbuhan paku, manfaat tumbuhan paku, gambar tumbuhan paku, ciri-ciri tumbuhan paku, reproduksi tumbuhan paku, macam macam tumbuhan paku
Tumbuhan ini disebut tumbuhan kormus karena sudah menyerupai tumbuhan tinggi. Hal ini dapat dilihat dari bentuk tumbuhan ini sendiri, yaitu :
a) Batangnya bercabang-cabang, ada yang berkayu serta mempunyai tinggi hampir 2 meter.
b) Sudah memiliki urat-urat daun, ada juga yang tidak berdaun atau daun serupa sisik.
c) Rhizoidnya sudah berkembang menjadi bentuk akar yang sebenarnya.
d) Sudah memiliki berkas pembuluh (xylem dan floem) dengan tipe radial atau konsentris.

Tumbuhan paku memperlihatkan pergiliran keturunan yang jelas dan menghasilkan spora seperti halnya pada filum bryophyta. Namun pada pteridophyta fase gametofitnya sangat kecil dan masih berbentuk thallus yang disebut protalium (berupa lembaran kecil) sehingga tidak terlihat jelas. Sifat prothallium pada tumbuhan paku tergantung pada sifat sporanya. Selain itu pada tumbuhan paku, fase gametofitnya lebih singkat dari pada fase sporofitnya. Adapun fase sporofitnya terlihat jelas. Fase inilah yang sering kita lihat dan kita kenal sebagai tumbuhan paku.

Banyak tumbuhan paku memiliki manfaat dan peranan penting dalam kehidupan manusia, antara lain:
1. Tanaman hias : Adiantum (suplir), Platycerium (paku tanduk rusa), Asplenium (paku sarang burung), Nephrolepis, Alsophoila (paku tiang) dan lainnya.
2. Bahan obat : Equisetum (paku ekor kuda) untuk antidiuretik (lancar seni), Cyclophorus , untuk obat pusing dan obat luar, Dryopteris untuk obat cacing pita, Platycerium bifurcata untuk obat tetes telinga luar, dan Lycopodium untuk antidiuretik dan pencahar lemah dari sporanya.
3. Bahan sayuran : Marsilea (semanggi), Pteridium aquilinum (paku garuda), dan lainlain.
4. Kesuburan tanah : Azolla pinnata, karena mampu bersimbiosis dengan Anabaena (alga biru) sehingga dapat mengikat unsur nitrogen dari udara.
5. Gulma pertanian : Salvinia natans (kayambang), pengganggu tanaman padi.

Reproduksi tumbuhan paku pada umumnya mempunyai daur hidup dengan perselangan dua generasi : Generasi Aseksual dan Generasi Seksual.

INFORMASI – klasifikasi tumbuhan paku, jenis jenis tumbuhan paku, contoh tumbuhan paku, manfaat tumbuhan paku, gambar tumbuhan paku, ciri-ciri tumbuhan paku, reproduksi tumbuhan paku, macam macam tumbuhan paku

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming search terms:


UMUM » » » » »

Incoming search terms: