HOME / SEHAT / Autisme Pada Anak – Gejala, Penyebab, Ciri Umum

Autisme Pada Anak – Gejala, Penyebab, Ciri Umum


#TahunBaru2017

Penyakit Autisme AnakGejala, Penyebab, Ciri Umum – Apa itu Autisme? Gejala? Ciri? Sudah menjadi kewajiban tentnya setiap orangtua untuk mengetahui proses tumbuh kembang anak. Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang di tandai dengan sejumlah gejala. Nah, gejalanya itu biasanya sudah muncul sebelum anak berusia tiga tahun. Ciri-ciri sebetulnya sudah bisa dikenali sejak dini.

Penyebab autisme sendiri sampai saat ini belum bisa diketahui, sebuah penelitian akhir ini menyebutkan penyebab autisme lebih menjurus pada faktor genetik, ketidak seimbangan biokimia dan gangguan kekebalan. Dari data ada berkisar 20% jika kakak atau sepupunya mengalami gangguan autistik maka si adik juga bisa mengalami autisme.

Maka dari itu ada baiknya, bila Anda mengenali ciri-ciri anak autis yang pada umumnya terjadi. Sehingga apabila anak Anda memiliki gejala autis, Anda tetap bisa memaksimalkan dan mengontrol pertumbuhannya. Pada umumnya bayi yang berusia dua bulan sudah bisa kontak mata dengan orang yang ada di hadapannya, senyum dua arah dan merespons jika di goda, tetapi sebaliknya pada anak dengan autisme mereka cenderung pendiam dan menjadi bayi yang manis karena tidak rewel sama sekali.
penyakit autisme, gejala autis, ciri autis
Berikut penyebab gejala autisme pada anak yang umum terjadi yang di kutip dari beberapa sumber antara lain.

a. Perkembangan terhambat, terutama dalam kelakuan dasar hidup bermasyarakat (misalnya : tersenyum dan berbicara).
b. Bermain sendiri, tidak mau berkumpul dengan anggota keluarga atau orang lain.
c. Lesu dan tidak acuh terhadap orang lain yang mencoba berkomunikasi dengannya.
d. Sedikit atau tidak ada kontak mata.
e. Mengerjakan sesuatu yang rutin tanpa dipikir dan berperangai buruk jika dilarang akan membangkitkan kemarahan.
f. Pada umumnya pertumbuhan jiwa terbelakang (cacat mental).
g. Pada beberapa kasus, anak tersebut mempunyai keahlian tertentu dan sangat pandai, misalnya : menggambar, matematika, musik, melukis (Infokes, 2005).

Selanjutnya, infolengkap.net juga berikan beberapa ciri ciri pada anak autis yang umumnya terjadi di kutip dari Tropicana Slim Alergon antara lain.

Gangguan Kemampuan Sosial
Autisme berkaitan dengan gangguan kemampuan sosial yang penderitanya berinteraksi berbeda dengan orang pada umumnya. Pada tingkat gejala ringan, ciri-ciri autisme yang muncul adalah tampak canggung saat berhubungan dengan orang lain, mengeluarkan komentar yang menyinggung orang lain, dan tampak terasing saat berkumpul bersama orang lain.

Tidak Suka Suara Keras, Beberapa Aroma, dan Cahaya Terang
Anak penderita autisme umumnya merasa terganggu dengan suara keras yang mengagetkan, perubahan kondisi cahaya, dan perubahan suhu yang mendadak. Diyakini bahwa yang membuat mereka merasa terganggu adalah perubahan mendadak, sehingga mereka tidak bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu.

Kesulitan Berempati
Sangat sulit bagi anak penderita autisme untuk memahami perasaan orang lain, sehingga mereka jarang berempati terhadap orang lain. Mereka juga sulit mengenali dan memahami bahasa tubuh atau intonasi bicara. Saat berbicara dengan orang lain, komunikasi cenderung bersifat satu arah karena mereka lebih banyak membicarakan dirinya sendiri.

Tidak Suka Kontak Fisik
Tak seperti anak lain pada umumnya, sebagian anak penderita autisme tidak menyukai jika mereka disentuh atau dipeluk. Namun, tidak semua menunjukkan gejala yang sama. Sebagian anak dengan autisme sering dan senang memeluk mereka yang dekat dengannya1.

Gangguan Bicara
Ciri-ciri autisme bisa juga Anda deteksi dengan mengetahui kemampuan bicara pada anak. Diketahui bahwa 40% dari anak-anak dengan autisme tidak dapat berbicara atau hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Sekitar 25-30% dapat mengucapkan beberapa kata pada usia 12-18 bulan, namun sesudahnya kehilangan kemampuan berbicara. Sedangkan sisanya baru dapat berbicara setelah agak besar.

Suka Tindakan Berulang
Anak autis menyukai hal yang sudah pasti sehingga mereka menikmati melakukan rutinitas yang sama terus menerus atau sering melakukan tindakan yang berulang-ulang. Adanya perubahan pada rutinitas sehari-hari akan terasa sangat mengganggu bagi mereka.

Perkembangan Tidak Seimbang
Perkembangan anak pada umumnya bersifat seimbang. Sebaliknya, perkembangan pada anak-anak autis cenderung tidak seimbang perkembangan di satu bidang terjadi dengan cepat namun terhambat di bidang lainnya. Sebagai contoh, perkembangan kemampuan kognitif terjadi dengan pesat namun kemampuan bicara masih terhambat atau perkembangan kemampuan bicara terjadi dengan pesat namun kemampuan motorik masih terhambat.

Selain gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, beberapa sifat lainnya dikutip dari CAE Indonesia yang biasa ditemukan pada anak autis antara lain:

a. Sulit bergabung dengan anak-anak yang lain
b. Tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya
c. Menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata
d. Menunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri
e. Jarang memainkan permainan khayalan
f. Lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidak membentuk hubungan pribadi yang terbuka
g. Memutar benda
h. Terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik
i. Secara fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif
j. Tidak memberikan respon terhadap cara pengajaran yang normal
k. Tertarik pada hal-hal yang serupa, tidak mau menerima/mengalami perubahan
l. Tidak takut akan bahaya
m. Terpaku pada permainan yang ganjil
n. Ekolalia (mengulang kata-kata atau suku kata)
o. Tidak mau dipeluk
p. Tidak memberikan respon terhadap kata-kata, bersikap seolah-olah tuli
q. Mengalami kesulitan dalam mengungkapkan kebutuhannya melalui kata-kata, lebih senang meminta melalui isyarat tangan atau menunjuk
r. Jengkel/kesal membabi buta, tampak sangat rusuh untuk alasan yang tidak jelas
s. Melakukan gerakan dan ritual tertentu secara berulang (misalnya bergoyang-goyang atau mengepak-ngepakkan lengannya)
t. Anak autis mengalami keterlambatan berbicara, mungkin menggunakan bahasa dengan cara yang aneh atau tidak mampu bahkan tidak mau berbicara sama sekali. Jika seseorang berbicara dengannya, dia akan sulit memahami apa yang dikatakan kepadanya. Anak autis tidak mau menggunakan kata ganti yang normal (terutama menyebut dirinya sebagai kamu, bukan sebagai saya).
u. Pada beberapa kasus ditemukan perilaku agresif atau melukai diri sendiri.
v. Kemampuan motorik kasar/halusnya ganjil, tidak ingin menendang bola tetapi dapat menyusun balok.

Gejala-gejala tersebut bisa bervariasi, bisa ringan ataupun sebaliknya. Nah, selain itu, perilaku anak autis biasanya berlawanan dengan berbagai keadaan yang terjadi dan tidak sesuai dengan usianya, semoga bermanfaat.

INFORMASI – penyakit autisme pada anak, penyakit autisme yang berjaya, penyakit autisme kanak-kanak, penyakit autisme pada orang dewasa, pengobatan autisme, gejala autisme, terapi autisme, obat autisme, gejala autisme pada orang dewasa, gejala autisme ringan, gejala autisme download, penyebab autisme ciri ciri autisme, pengobatan autisme, ciri autisme pada bayi, ciri ciri autisme ringan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


SEHAT » » » »