HOME / NEWS, REMAJA / 7 Keuntungan Menikah Muda Dalam Islam

7 Keuntungan Menikah Muda Dalam Islam

Manfaat dan Keuntungan Menikah Muda – Ketika umur sudah mapan akan tetapi masih cemas dan ragu dalam menjalani hubungan mungkin ada anggapan belum cocoklah, takut ditolaklah, masih punya tanggunganlah dan alasan lainnya yang bakal menunda pernikahan pasti akan dialami oleh pemuda indonesia nanti.

Bila kita melihat kedepannya menunda pernikahan memang memiliki kelebihan tersendiri yaitu dengan melihat tingkat perceraian yang rendah. Penelitian di Amerika menunjukkan, pernikahan yang dimulai ketika seorang wanita berusia 18 tahun terbukti dua kali lebih rentan berakhir dengan perceraian.

Dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan para syabab untuk menikah.

“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari)

Syabab biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “pemuda” lalu berapa usianya? Fauzil Adhim dalam buku Indahnya Pernikahan Dini menjelaskan, syabab adalah sesesorang yang telah mencapai masa aqil-baligh dan usianya belum mencapai tiga puluh tahun. Satu hal penting asalkan sudah memiliki ba’ah (kemampuan), maka ia dianjurkan untuk segera menikah.

nikah muda, seks dini

Banyak penelitian mengatakan memang sudah terbukti dari sana ada beberapa manfaat menikah di usia muda di balik perintah Rasulullah ini. Seperti yang kita lihat sekarang, banyak sekali pasangan yang masih muda sudah banyak yang menikah. Padahal dilihat dari segi usia, mereka masih sangat-sangat muda. Dan dari pernikahan itu, ada beberapa keuntungan yang sudah terlihat jelas dibawah ini.

1. Lebih puas dalam bercinta

Pasangan yang menikah di usia 20-an cenderung melakukan jima’ lebih sering daripada mereka yang menikah lebih lambat. Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 menunjukkan, menunda usia menikah empat tahun terkait dengan penurunan satu kali jima’ dalam sebulan.

Sedangkan dalam tingkat kepuasan, menikah di usia muda –diantaranya dengan dukungan fisik yang masih prima- membuat suami istri lebih menikmati. Lagi-lagi, hal ini bersesuaian dengan hadits atsar Ibnu Umar: “Nikahilah gadis perawan, sebab ia lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya dan lebih hangat farjinya…”

2. Lebih terjaga dari dosa

ebagaimana sabda Rasulullah di atas, menikah di usia muda itu jauh lebih membantu menundukkan pandangan dan lebih mudah memelihara kemaluan. Seorang yang menikah di usia muda relatif lebih terjaga dari dosa zina; baik zina mata, zina hati, maupun zina tangan. Karena itu, apalagi yang kau tunggu wahai para pemuda? Menikahlah segera agar engkau terselamatkan olehnya. Jangan menunda ketika perasaan itu sudah memuncak dan engkau telah memiliki kemampuan.

3. Lebih bahagia

Hasil riset National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan, persentase tertinggi orang yang merasa sangat puas dengan kehidupan pernikahan adalah mereka yang menikah di usia 20-28 tahun.

Alasan kenapa pasangan lebih bahagia yaitumereka umumnya belum memiliki banyak ego-ambisi. Pasangan muda lebih mudah menerima pasangan hidupnya. Bahkan, ketika sang suami belum mapan secara ekonomi dan akibatnya hidup “pas-pasan”, mereka tetap bisa menikmati kondisi tersebut.

Hal ini sejalan dengan hadits atsar Ibnu Umar:
“Nikahilah oleh kalian gadis perawan, sebab (..salah satunya..) ia lebih ridha dengan nafkah yang sedikit.”

4. Lebih mudah meraih kesuksesan

Sebagian orang menunda menikah dengan alasan mencapai jenjang karir tertentu atau hidup mapan terlebih dahulu. Padahal, saat seseorang telah menikah, ia menjadi lebih tenang, merasakan sakinah. Dengan ketenangan dan stabilnya emosi ini, ia bisa lebih fokus dalam meniti karir dan beraktifitas apa pun, baik dakwah maupun mencari maisyah. Karenanya tidak mengherankan jika banyak orang-orang yang sukses di usia 40-an adalah mereka yang menikah di usia 20-an.

5. Emosi lebih terkontrol

Menikah di usia muda terbukti lebih cepat mendewasakan pasangan tersebut. Dalam arti, menikah dan berumah tangga membuat seseorang lebih terkontrol emosinya. Ini dipengaruhi oleh ketenangan yang hadir sejalan dengan adanya pendamping dan tersalurkannya “kebutuhan batin.” Dan itulah diantara makna sakinah dalam Surat Ar Rum ayat 21.

Hasil studi sosiolog Norval Glenn dan Jeremy Uecker pada tahun 2010 mendukung hal ini. Menurut hasil studi tersebut, menikah pada usia muda akan lebih bermanfaat dari sisi kesehatan dan mengontrol emosi.

6. Konsumsi alkohol lebih sedikit
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Health and Social Behavior menemukan bahwa orang dewasa yang menikah mengonsumsi lebih sedikit alkohol. Hal ini karena setelah menikah, mereka merasa memiliki lebih banyak tanggung jawab.

7. Lebih baik bagi masa depan anak-anak

Lebih baik bagi masa depan anak-anak di sini bukan berarti menikah di usia muda memungkinkan anak sudah dewasa saat Anda pensiun. Meskipun, hal itu juga bisa menjadi salah satu pertimbangan. Keluarga lebih percaya menyerahkan sebuah tanggung jawab untuk masa depan anak dan menantunya. Untuk yang satu ini juga sesuai keadaan masing-masing.

INFORMASI – keuntungan menikah muda dalam islam, keuntungan menikah di usia 30 tahun, keuntungan menikah secara psikologis, keuntungan menikah dengan duda, keuntungan menikah dengan bule, keuntungan menikah dini, keuntungan menikah karen harvest moon back to nature, manfaat menikah muda, hubungan intim saat muda, manfaat seks dengan teman

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

NEWS » REMAJA » »