HOME / UNIK / Google Tidak Bayar Pajak? Kok Bisa!!

Google Tidak Bayar Pajak? Kok Bisa!!

Sudah tahu perusahaan besar sekelas dan sebesar Google ternyata kabarnya tidak membayar Pajak kepada pemerintah Indonesia, sekarang ini Google sedang disorot di berbagai negara termasuk Indonesia. Kenapa bisa demikian?

Berawal dari tudingan tidak membayar pajak yang sesuai dengan pendapatan yang di peroleh Google dari dalam negeri. Namun bos Google justru merasa bangga dengan strategi mereka dalam meminimalisir jumlah pembayaran pajak.

Dalam sebuah negara pengenaan pajak harus mengusung sisi keadilan. Bahwa siapa pun yang melakukan aktivitas ekonomi di sebuah negara, dikenakan pajak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Ketika seluruh masyarakat harus menyisihkan sebagian dari penghasilannya, secara sadar atau tidak untuk membayar pajak.

Kemudian juga mengikuti prosedur pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan untuk menguji sisi kepatuhan. Memang sudah selayaknya perusahaan besar seperti Google membayar pajak dengan harga pantas.

pajak google

Chairman Google Eric Schmidt menyatakan, praktik seperti mengalirkan profit perusahaan ke negara Bermuda yang memberlakukan pajak kecil bukanlah pelanggaran. Dan Google menurutnya sudah membayar banyak pajak sesuai dengan aturan.

Google menolak mendirikan Bentuk Usaha Tetap (BUT), yang merupakan persyaratan bagi badan usaha asing yang berusaha atau mendapatkan penghasilan di Indonesia. Ini pun yang membuat Google tidak bisa dikenakan pajak di dalam negeri.

Google menjadi salah satu perusahaan multinasional yang sekarang tengah diincar oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), selain Facebook dan Yahoo. Namun Google melawan, dengan mengembalikan surat perintah pemeriksaan.

Lalu, apa kesalahan dari Google?

Kepala Kantor Wilayah Pajak Khusus, M Haniv, menjelaskan Google bukan merupakan Badan Usaha Tetap (BUT). Sementara selama ini telah menerima penghasilan dari dalam negeri, terutama dari iklan perusahaan lain. Harusnya Google telah berbentuk BUT di Indonesia, karena meraup penghasilan dari dalam negeri.

Karena Google tidak berbentuk BUT, maka perusahaan yang bertransaksi dengannya tidak wajib melakukan pemotongan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Di samping itu, Google juga tidak membayar Pajak Penghasilan (PPh). Sebab, syarat untuk pemungutan PPh badan harus merupakan BUT. Padahal penghasilan Google di Indonesia sangat besar.

Google menolak mendirikan Bentuk Usaha Tetap (BUT), yang merupakan persyaratan bagi badan usaha asing yang berusaha atau mendapatkan penghasilan di Indonesia. Ini pun yang membuat Google tidak bisa dikenakan pajak di dalam negeri.

Bila diperhatikan sekarang yang ada di dalam negeri hanyalah PT Google Indonesia. Perusahaan tersebut berbeda dengan BUT, karena tercatat sebagai badan usaha dalam negeri dan bersifat independen.

PT Google Indonesia hanya mendapatkan fee atau pergantian biaya ditambah dengan 8% dari total biaya yang dikeluarkan dari setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Google Asia Pacific di Indonesia. Hal tersebut berbeda dengan BUT. Sumber informasi di peroleh dari inet.detik.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

UNIK » »